Karawang, BintangPatra.com – Ada pemandangan berbeda di LASKAR Farm, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Karawang, Kamis, 2 Juli 2026. Puluhan siswa SD Islam Terpadu LAMPU IMAN tampak antusias mengikuti program Edu Trip yang dikemas sebagai pembelajaran interaktif tentang pertanian, peternakan, perikanan, hingga pentingnya ketahanan pangan.
Sejak tiba di lokasi, para siswa diajak mengenal berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Karawang. Mereka kemudian turun langsung ke area persawahan untuk mencoba menanam padi dan menyiram tanaman. Pengalaman tersebut menjadi cara mengenalkan proses produksi pangan kepada anak-anak sejak usia dini.
Keseruan berlanjut di peternakan ayam KUB. Di lokasi ini, para peserta tidak hanya mendapat penjelasan mengenai cara beternak ayam dan proses produksi telur, tetapi juga diberi kesempatan memberi pakan serta memanen telur secara langsung.
Rombongan kemudian mengunjungi rumah DOC (Day Old Chick) untuk melihat proses penetasan telur menggunakan mesin inkubator. Setelah itu, siswa diajak menuju kandang sapi dan domba Dorper, tempat mereka belajar merawat ternak, mulai dari pemberian pakan hingga memberi susu kepada anakan domba.
Tak kalah menarik, kegiatan edukasi di sektor perikanan juga menjadi favorit peserta. Anak-anak belajar budidaya ikan, memberi pakan, hingga mencoba memancing di kolam yang telah disiapkan.
Usai mengikuti kegiatan lapangan, para siswa mengikuti lomba mewarnai bertema pertanian, peternakan, dan lingkungan. Mereka juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta membangun kesadaran akan ketahanan pangan. Lapas Karawang turut memperkenalkan produk hasil pembinaan warga binaan, seperti kopi dan roti.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengatakan program Edu Trip menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membuka ruang edukasi bagi masyarakat.
“Melalui Edu Trip ini kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Mereka tidak hanya melihat secara langsung proses pertanian, peternakan, dan perikanan, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan pangan serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Menurut Ma’ruf, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada warga binaan, tetapi mampu menghadirkan kegiatan yang produktif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui program ini, Lapas Karawang berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan Indonesia.









