Karawang, BintangPatra.com – Sebanyak 75 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang mendapat pengalaman berbeda dengan mengikuti kegiatan outing class di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Rabu 24 Juni 2026.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diajak melihat secara langsung bagaimana sistem pemasyarakatan dijalankan, mulai dari proses pembinaan hingga aktivitas keseharian warga binaan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa tentang sistem peradilan pidana di Indonesia.
Tak hanya mendengarkan teori, para peserta juga berkesempatan masuk ke sejumlah area pembinaan dan menyaksikan berbagai program yang dijalankan di dalam lapas.
Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik, Jatmiko, yang menjelaskan tugas dan fungsi pemasyarakatan sebagai salah satu subsistem dalam peradilan pidana.
Ia menerangkan berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Selama kunjungan, mahasiswa meninjau blok hunian warga binaan untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan di dalam lapas. Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai kehidupan warga binaan yang selama ini kerap dipersepsikan hanya menjalani masa hukuman tanpa aktivitas produktif.
Faktanya, para mahasiswa menyaksikan berbagai kegiatan pembinaan yang berlangsung secara aktif. Warga binaan diberikan kesempatan mengikuti pelatihan dan program pemberdayaan guna meningkatkan keterampilan serta membangun kemandirian.
Salah satu lokasi yang menarik perhatian peserta adalah Sarana Asimilasi Edukasi Laskar Farm. Di area tersebut, mahasiswa melihat langsung program ketahanan pangan yang dikelola warga binaan, mulai dari peternakan domba, sapi, ayam petelur, perikanan hingga pertanian.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan itu juga menjadi sarana pengembangan keterampilan kerja bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf, mengatakan kegiatan outing class merupakan bentuk keterbukaan lembaga pemasyarakatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.
“Pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembinaan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Ma’ruf.
Menurutnya, melalui kunjungan tersebut mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang proses pembinaan yang berlangsung di dalam lapas.
Ia berharap pengalaman itu dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai fungsi pemasyarakatan sekaligus menghilangkan stigma negatif terhadap warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan.









