Satgas Pangan Polres Pasuruan Sidak Pasar Bangil, Harga Beras Dipastikan Sesuai HET

oleh -6 Dilihat
oleh

Pasuruan, BintangPatra.com – Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan melalui Polres Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bangil. Petugas mengecek stok dan harga beras untuk memastikan tidak ada yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sidak dilakukan oleh tim gabungan dengan menyasar lima lapak pedagang di Pasar Bangil serta satu ritel minimarket di kawasan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan sekaligus Kasatgas Pangan, AKP Rizky Akbar Kurniadi mengatakan, pengawasan difokuskan pada ketersediaan dan harga beras, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Kami telah melakukan sidak dengan fokus utama pada pemantauan beras SPHP yang dijual di pasaran guna menjaga stabilitas harga serta pasokan beras,” kata Rizky, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Kota Pasuruan Gelar Razia Bersama TNI-POLRI di Minggu Akhir Bulan November

Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya beras yang dijual melebihi ketentuan HET. Stok beras di Pasar Bangil juga dipastikan masih aman.

Di Kabupaten Pasuruan, HET beras SPHP ditetapkan Rp 12.500 per kilogram. Sedangkan beras medium memiliki HET Rp 13.500 per kilogram.

Untuk beras premium, HET ditetapkan Rp 14.900 per kilogram. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras premium di Pasar Bangil berada di kisaran Rp 14.500 per kilogram.

Rizky mengatakan pengawasan harga dan stok beras akan terus dilakukan di sejumlah pasar tradisional lainnya di Kabupaten Pasuruan.

Petugas akan menyasar pasar di wilayah Winongan, Pasrepan, Gempol, Pandaan, Prigen, Sukorejo, Wonorejo hingga Purwosari.

Baca Juga :  Satlantas Polres Pasuruan Berhasil Ungkap Kasus Tabrak Lari di Gempol, Pengemudi Truck Tengki Diamankan

“Pemeriksaan di lapangan akan terus kami lakukan di pasar-pasar wilayah lain untuk mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pokok,” ujarnya.

Polisi juga mengimbau pedagang untuk menjual bahan pangan sesuai ketentuan pemerintah. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi konsumen.

Berdasarkan pemantauan, stok beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pasuruan bervariasi antara 2 hingga 10 ton.

Sementara di Pasar Purwosari, pasokan baru saja mendapat tambahan 10 ton beras. Pasokan tersebut kemudian didistribusikan kepada lima pedagang.

Meski stok beras SPHP tersedia, minat masyarakat untuk membeli beras program pemerintah tersebut di Pasar Bangil disebut masih rendah.

Salah satu pedagang beras, Endang, mengatakan beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp 60.000.

Baca Juga :  Deteksi Dini Untuk Ciptakan Lingkungan Lapas yang Aman dan Kondusif

Menurut Endang, konsumen di lapaknya lebih banyak memilih jenis beras lain untuk kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, stok beras SPHP yang dijualnya masih cukup banyak.

“Penggemar beras SPHP di Pasar Bangil ini terbilang sangat sedikit. Stok yang saya punya masih tersisa cukup banyak jika dibandingkan dengan varian beras lainnya,” kata Endang.

Dia menyebut harga beras SPHP yang dijualnya sekitar Rp 60.000 untuk kemasan 5 kilogram.

Satgas Pangan Polres Pasuruan memastikan kondisi perdagangan beras di Kabupaten Pasuruan masih kondusif. Pengawasan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga dan mencegah adanya praktik spekulasi terhadap bahan pokok.(hur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *