Kakanwil Ditjenpas Jabar Apresiasi Program Ketahanan Pangan Lapas Karawang, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Produktif

oleh -0 Dilihat
oleh

Karawang, BintangPatra.com – Lapas Kelas IIA Karawang terus menunjukkan transformasi pembinaan yang produktif melalui pengembangan program ketahanan pangan berbasis Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Program tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Karawang, Minggu, 22 Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Yudi didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, beserta jajaran. Ia meninjau berbagai unit usaha produktif yang dikelola di kawasan SAE, mulai dari peternakan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), peternakan domba dan sapi, hingga budidaya ikan Nila Nirwana.

Yudi mengatakan, program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Karawang tidak hanya berfungsi untuk mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Baca Juga :  112 Guru Resmi Menjabat Kepala Sekolah, Bupati Tegaskan Meritokrasi Tanpa Diskriminasi Status

Menurutnya, keberhasilan sebuah program pembinaan tidak semata diukur dari hasil produksi yang diperoleh, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan keterampilan dan pengalaman kerja yang bermanfaat bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidananya.

“Di tempat ini warga binaan tidak hanya belajar beternak atau membudidayakan ikan, tetapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan bagaimana menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Yudi.

Selain meninjau peternakan, Yudi juga mengapresiasi keberadaan Bank Pakan yang dikembangkan secara mandiri oleh Lapas Karawang. Inovasi tersebut dinilai mampu menciptakan sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan karena mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pakan dari luar.

Perhatian Yudi juga tertuju pada ruang penetasan telur yang menjadi bagian penting dalam pengembangan populasi ayam. Ia menilai fasilitas tersebut menunjukkan keseriusan Lapas Karawang dalam membangun sistem pembinaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga :  Pemerintah Menaikan Gaji Guru Asn dan Non Asn Pada Tahun 2025

Tak hanya itu, area budidaya ikan Nila Nirwana juga menjadi salah satu fokus peninjauan. Deretan kolam yang tertata rapi memperlihatkan upaya Lapas Karawang dalam mengembangkan sektor perikanan sebagai bagian dari program pembinaan produktif dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, menegaskan bahwa pengembangan SAE Ketahanan Pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menurut Ma’ruf, seluruh kegiatan yang dijalankan di SAE dirancang agar warga binaan memperoleh keterampilan yang aplikatif dan dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.

Baca Juga :  Akun Facebook "Rachel Rachel" Dilaporkan ke Polres Pasuruan, Kader Gerindra Soroti Dugaan Ujaran Kebencian

“Kami ingin memastikan setiap program pembinaan memberikan pengalaman nyata. Ketahanan pangan yang kami bangun hari ini sejatinya adalah investasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan,” kata Ma’ruf.

Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat ini sekaligus menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan pembinaan kepribadian, tetapi juga mendorong lahirnya program-program produktif yang berdampak nyata.

Melalui integrasi peternakan, perikanan, pengelolaan pakan, hingga penetasan telur dalam satu kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas Kelas IIA Karawang berupaya membangun kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Program tersebut diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk kembali berdaya dan produktif setelah menjalani masa pembinaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *