Gus Shobih Minta Santri Pasuruan Tak Minder, Harus Berani Hadapi Tantangan Zaman

oleh -0 Dilihat
oleh

Pasuruan, BintangPatra.com – Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori meminta para santri tidak minder saat menghadapi dunia luar. Santri didorong untuk percaya diri, terus belajar, dan berani mengambil peran di berbagai bidang demi masa depan bangsa.

Pesan itu disampaikan Gus Shobih, sapaan akrabnya, saat menjadi pembina apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Kamis (22/10/2026) pagi.

Dalam amanatnya, Gus Shobih menegaskan santri memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi masyarakat. Karena itu, mereka tidak boleh merasa rendah diri, tetapi harus yakin dengan kemampuan yang dimiliki tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.

Baca Juga :  Sinergitas Terjaga, Lapas Tulungagung Hadiri Tasyakuran HUT Bhayangkara ke-79

Menurutnya, pesantren dan kalangan santri memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kontribusi tersebut telah terlihat sejak perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional.

Ia juga menilai pengakuan terhadap pesantren semakin kuat, salah satunya melalui Undang-Undang Pesantren yang mempertegas kedudukan pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

“Selama berpuluh-puluh tahun, keberadaan pesantren maupun pendidikan di dalamnya tidak pernah dianggap ada. Padahal, kontribusi kalangan pesantren untuk kemerdekaan NKRI dan kemajuan bangsa ini sangatlah besar. Dengan UU Pesantren, keberadaan ponpes sekarang sangat diperhitungkan,” kata Gus Shobih.

Gus Shobih mengatakan pendidikan pesantren dan pendidikan formal sama-sama berperan dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, santri diminta terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga :  Hari Ibu, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Tekankan Peran Strategis Perempuan

Ia mengingatkan rasa percaya diri harus dibarengi dengan semangat dan komitmen untuk menuntut ilmu. Menurutnya, santri perlu memiliki mental optimistis agar mampu berkembang dan bersaing.

“Perjuangan tentunya tidak akan mudah, tapi perlu adanya komitmen. Dan santri jangan minder, harus pede, optimistis karena minder adalah salah satu mental yang ketertinggalan. Lebih semangat lagi untuk menuntut ilmu di pondok pesantrennya masing-masing,” ujarnya.

Selain memperdalam ilmu agama, santri juga didorong mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu mengambil bagian dalam kehidupan sosial, membangun kemandirian ekonomi, serta ikut mendorong kemajuan daerah.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Karangsono Gelar Forum Konsultasi Desa untuk Promosikan Desinta Aluna Kanggo Pisca

Gus Shobih turut berpesan agar santri menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menghadapi perubahan zaman. Ia mengajak kalangan santri menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Jadikan nilai-nilai agama sebagai sumber inspirasi untuk merawat bumi, menebarkan kedamaian, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, karena Indonesia yang kuat hanya dapat dibangun melalui kebersamaan,” tuturnya.

Apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Pasuruan itu diikuti unsur mahasiswa dan kalangan pesantren.

Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya peran santri dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus berkontribusi menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *