Danone dan Pesantren Ngalah Pasuruan Perkuat Akses Air Bersih dan Sanitasi

oleh -4 Dilihat
oleh

Pasuruan, BintangPatra.com – Sebanyak 3.500 santri mengikuti Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur di Pondok Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang digelar Danone Indonesia ini mengusung tema Mengalirkan Kebaikan: Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia. Festival tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya air bersih, sanitasi layak, serta perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pengukuhan Duta Santri BESTARI, singkatan dari Bersih, Sehat, Tangguh, dan Mandiri. Para santri yang terpilih diharapkan menjadi pelopor perubahan dengan mengajak teman-temannya menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Mulai dari membiasakan cuci tangan, menjaga kebersihan toilet, hingga menggunakan air secara bijak untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk berwudu.

Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan karakter perlu berjalan beriringan dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Baca Juga :  Terjun ke Dunia Politik, Giring 'Nidji' Syukuran di Rumahnya

“Pesantren itu pusat pembentukan karakter. Kalau santrinya tidak hidup bersih dan sehat, bagaimana bisa jadi teladan bagi masyarakat?” ujar Karyanto di hadapan para santri.

Persoalan air bersih dan sanitasi masih menjadi tantangan di sejumlah lingkungan pesantren di Indonesia.

Survei Serikat Ekonomi Pesantren pada 2024 terhadap 210 pesantren di Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur menunjukkan sebanyak 54 persen pesantren yang disurvei memiliki akses air bersih layak. Sementara itu, hanya 38 persen yang memiliki fasilitas sanitasi memadai.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pengelola pesantren untuk meningkatkan ketersediaan fasilitas dasar yang mendukung kesehatan santri.

Danone Indonesia melalui program Danone Impact Journey menyatakan telah memberikan manfaat kepada sekitar 500 ribu jiwa.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Rencana Deklarasi Bersama DPC GPN-08 Pasuruan Raya Bulan Desember 2024

Dalam pelaksanaannya, Danone menggandeng Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) dan Water.org melalui skema pembiayaan WaterCredit.

Program ini dirancang untuk membantu pesantren memperoleh pembiayaan terjangkau guna membangun fasilitas air bersih dan sanitasi secara mandiri dan berkelanjutan.

Executive Director for Southeast Asia Water.org, Yuniar Restanto, menegaskan penyediaan akses air bersih di pesantren dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ketika sebuah pesantren punya air bersih dan sanitasi memadai, manfaatnya tidak hanya dirasakan santri, tapi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Investasi pada air adalah investasi masa depan generasi yang lebih sehat,” kata Yuniar.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Pesantren Pasuruan, KH Tantowie Abdullah Siradj. Dia menilai kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk menjawab kebutuhan fasilitas air bersih dan sanitasi di lingkungan pesantren.

“Ini wujud nyata kolaborasi. Pesantren tidak bisa bergerak sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Pentingnya Kelestarian Alam Melalui Hutan Sekolah Oleh PT.Tirta Investama Berkolaborasi Dengan YSKI

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan KH Muhammad Shobih Asrori atau Gus Shobih menyampaikan apresiasi kepada Danone Indonesia atas keterlibatannya dalam mendukung peningkatan akses air bersih di pesantren.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pesantren perlu bekerja sama agar penyediaan fasilitas air bersih dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pesantren menjadi perhatian utama Pemkab Pasuruan. Kami berterima kasih kepada Danone Indonesia. Pemerintah dan pesantren tidak bisa bergerak sendiri, butuh kolaborasi untuk pembiayaan fasilitas air bersih,” kata Gus Shobih.

Dia berharap upaya tersebut dapat melahirkan generasi santri yang sehat, tangguh, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur, para santri diharapkan tidak hanya memperoleh lingkungan yang lebih sehat, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat di pesantren maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *