Pasuruan, BintangPatra.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kidul Dalem kembali menuai keluhan dari penerima manfaat.
Kali ini, wali murid menyoroti pembagian susu UHT yang disebut sudah mendekati masa kedaluwarsa saat diterima anak-anak pada Senin (16/3/2026).
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa wali murid menemukan tanggal kedaluwarsa susu yang dibagikan tercantum 5 April 2026, dengan jarak waktu yang dinilai terlalu pendek dari tanggal distribusi.
Salah satu wali murid penerima manfaat, Rohmah, mengaku kecewa karena persoalan serupa disebut sudah beberapa kali terjadi dan sebelumnya juga pernah disampaikan kepada pengelola dapur MBG Kidul Dalem.
“Kenapa kok masih tetap seperti itu, apalagi susunya mau kedaluwarsa pada tanggal 3 April 2026. Anak saya dapat MBG tadi, susunya kempel dan tidak layak diminum. Kalau seperti ini terus, apa bisa dikatakan sudah memenuhi standar BGN,” ujar Rohmah.
Menurutnya, pihak pengelola dapur memang kerap memberikan informasi melalui WhatsApp bahwa produk yang bermasalah dapat segera ditukar.
Namun, ia menilai kejadian berulang ini menunjukkan lemahnya pengawasan dalam pemilihan bahan pangan.
“Kalau kejadian seperti ini terus-terusan, ini bukan lagi masa evaluasi. Yang jelas pemilik dapur MBG Kidul Dalem tidak profesional. Kemasan susu UHT sudah mau expired tetap saja dibeli. Takutnya susu sudah tidak layak dan berbahaya,” tambahnya.
Sejumlah penerima manfaat berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kualitas bahan makanan yang dibagikan, terutama produk kemasan seperti susu UHT yang seharusnya diperiksa ketat sebelum didistribusikan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pengelola dapur MBG Kidul Dalem terkait keluhan tersebut.









