Pasuruan, BintangPatra.com – Momentum Ramadan dimanfaatkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Wonorejo untuk mempererat kebersamaan antaranggota.
Hal itu diwujudkan melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Cafe Khayangan, Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pasuruan Rafi Alyidrus Malibari, jajaran pengurus PAC, serta perwakilan 15 ranting yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB).
Ketua PAC Pemuda Pancasila Wonorejo M Soleh mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini bertujuan memperkuat kebersamaan serta mempererat hubungan antaranggota organisasi.
“Ramadan juga mengajarkan kita untuk saling berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota, baik PAC maupun ranting, yang sudah menyempatkan hadir,” ujar Soleh.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Para anggota yang hadir memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas organisasi.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pasuruan Rafi Alyidrus Malibari menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekadar berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang memperkuat komunikasi dan harmoni antaranggota.
Ia juga menekankan kepada seluruh PAC Pemuda Pancasila se-Kabupaten Pasuruan agar terus menjaga kondusivitas wilayah serta menjalin koordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah di semua tingkatan.
“Ini dilakukan demi mewujudkan wilayah Kabupaten Pasuruan tetap aman dan nyaman, serta terus mensosialisasikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa,” kata Rafi.
Menurutnya, seluruh anggota Pemuda Pancasila wajib mengamalkan nilai-nilai lima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta berupaya memberi manfaat bagi masyarakat, apapun profesinya.
Rafi juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program kerakyatan pemerintah, seperti MBG, KDMP, maupun Sekolah Rakyat, agar dapat berjalan dengan baik.
“Semoga Indonesia mampu menjadi juru damai sebagai upaya kemanusiaan tanpa melihat kepentingan sesaat yang berdampak merugikan manusia secara menyeluruh di masa-masa berikutnya,” pungkasnya.









