Panen Raya Lapas Tulungagung, Kangkung hingga Domba Dorper Laku Dijual

oleh -25 Dilihat

Tulungagung – BintangPatra.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menggelar Panen Raya hasil pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Panen Raya tersebut meliputi sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan yang dikelola secara terpadu di lingkungan Lapas Tulungagung.

Dari sektor pertanian, WBP berhasil memanen kangkung sekitar 30 kilogram dan terong sebanyak 10 kilogram.

Baca Juga :  Berbagi Kebahagiaan, Lapas Tulungagung Sambut Idul Adha Dengan Menggemakan Takbir Di Seluruh Penjuru Blok Hunian Warga Binaan pemasyarakatan

Selain itu, hasil panen dari sektor perikanan berupa lele mencapai sekitar 50 kilogram. Meski panen lele dilakukan lebih awal, hasilnya tetap menjadi satu rangkaian kegiatan Panen Raya sebagai bukti keberhasilan pembinaan kemandirian.

Tak hanya sektor pertanian dan perikanan, Lapas Tulungagung juga mengembangkan sektor peternakan melalui budidaya domba Dorper di Binangun Farm.

Baca Juga :  Doa Bersama, Pegawai dan Warga Binaan Rutan Bangil Satukan Hati untuk Negeri

Dengan pendampingan petugas dan manajemen peternakan yang baik, domba Dorper hasil pembinaan dinilai memiliki kualitas yang layak jual dan berhasil dipasarkan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Ma’ruf Prasetyo Hadianto mengatakan, Panen Raya ini menunjukkan pembinaan kemandirian WBP berjalan positif dan memberikan manfaat ekonomi.

“Panen ini menjadi bukti hasil kerja keras warga binaan. Produk yang dihasilkan tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga memiliki nilai jual dan bisa dipasarkan,” ujar Ma’ruf saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga :  Karyawan Swasta Berhak Dapat Uang Tambahan Selain Gaji Pokok dan Tunjangan Menurut UU Cipta Kerja yang di Sah Kan

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian di berbagai sektor sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali WBP dengan keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *